Oleh: akirawijayasaputra | April 27, 2009

Peringatan Sumpah Pemuda di Belanda

By masboi on Mar 25, 2009 in PPI Belanda

Catatan: Ini adalah arsip berita tentang peringatan Sumpah Pemuda yang digelar Perhimpunan Persaudaraan (02/11/2008) yang kemudian diudarakan oleh Radio Netherlands Siaran Indonesia atau Ranesi (05/11/2008. Berita ditulis oleh Bari Muchtar.

Kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia sampai sekarang masih belum terselesaikan. Partai Komunis Indonesia (PKI) berperanan sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan melawan penjajah Belanda. Itulah antara lain inti dari sambutan dan uraian yang disampaikan dalam peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda di Diemen, Belanda, 2 November 2008. Apakah itu sekedar perayaan seperti ribuan perayaan-perayaan lainnya atau ada hasil konkretnya?
bendera.jpg

Setelah dikumandangkannya lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan disusul dengan lagu Satu Nusa Satu Bangsa acara diawali dengan berbagai sambutan. Dalam sambutannya ketua panitia Revina Rachmat mengutip ucapan mantan menteri urusan daerah jajahan Belanda Hendrikus Colijn. Menurut Colijn kesatuan Indonesia adalah sebuah konsep kosong dan Hindia Belanda tidak mungkin akan bersatu menjadi sebuah negara. Tapi, tegas Revina Rachmat dalam sambutannya, pernyataan Colijn dibantah oleh Sumpah Pemuda.

Hak asasi manusia
Selanjutnya Revina menyayangkan rasa nasionalisme yang dibina oleh Soekarno dihancurkan oleh Soeharto dan rezimnya. Rezim Orde Baru yang tidak demokratis menyisakan berbagai konflik dan tidak adanya penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia. Sebagai contoh Revina menyebut nasib para korban peristiwa 1965. Akibat peristiwa itu banyak warga Indonesia terbunuh dan terhalang pulang.

Revina: “Sampai hari ini hak-hak asasi belum diperhatikan. Antara lain terhadap korban peristiwa tahun 1965, terhadap kasus orang-orang terhalang pulang, peristiwa Malari, korban Tanjung Priok dan banyak yang lain”.

Dahono Sungkono, seorang warga Indonesia kelahiran luar negeri, dalam uraiannya mengenai Sumpah Pemuda antara lain menjelaskan peranan PKI (Partai Komunis Indonesia) dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda.

Dahono: “PKI adalah organisasi politik yang pertama di Hindia Belanda yang memberikan pimpinan atas pemberontakan rakyat negeri pemerintah kolonial Belanda. Pemberontakan-pemberontakan dan perlawanan-perlawanan yang terjadi sebelumnya adalah perlawanan rakyat yang terpisah. Pemberontakan 12 November 1926 adalah pemberontakan nasional yang pertama kali ditujukan untuk menggulingkan pemerintah kolonial Belanda yang menduduki dan menguasai negeri kita.”

Johanes Widodo, Sekjen Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda merupakan pembicara utama dalam pertemuan itu. Dalam uraiannya ia menekankan perlunya membangkitkan kembali semangat para pemuda pencetus Sumpah Pemuda yang berbudi luhur itu. Ia bertanya-tanya apakah budi luhur seperti itu masih merupakan semangat pemuda Indonesia. Ia pun mengajak para hadirin merenungkan bagaimana mengatasi kesulitan yang dihadapi Indonesia sekarang. Menurut Masboi, untuk mencari jalan keluar masalah yang kompleks di Indonesia sekarang ini diperlukan kreativitas pemuda. Ia pun mengimbau agar Indonesia jangan selalu dikecam.

Widodo: “Republik Indonesia bukanlah suatu kesalahan yang terus menerus dikecam. Tetapi sebaliknya di posisi ini pemuda dituntut harus keluar memberikan solusi kreatif bagaimana memimpin dialog dalam ruang-ruang yang berbeda.”

Pak Cipto, salah seorang sepuh dari kelompok yang kebanyakan tergabung dalam organisasi Perhimpunan Persaudaraan ini, menyambut baik acara peringatan Sumpah Pemuda yang didominasi oleh para pemuda. Peringatan Sumpah Pemuda kali ini merupakan kejadian yang sangat penting. Karena, tambahnya, selama ini biasanya diselenggarakan dan dihadiri oleh para anggota organisasi Persaudaraan yang sudah tua-tua. Ia juga menyarankan agar pertemuan antar generasi selama ini dilanjutkan menjadi pertemuan lintas generasi.

Citpo: “Dan saya menganjurkan bahwa pertemuan semacam ini bisa dilanjutkan. Bagaimana kalau itu dijadikan satu tema di dalam satu diskusi?”

Kelompok kerja
Tokoh sepuh ini juga mengusulkan agar dibentuk sebuah kelompok yang terdiri dari para pemuda dan para senior untuk mengadakan pertemuan rutin membahas tema-tema tertentu. Dan kelompok ini memang berhasil dibentuk dalam pertemuan itu. Semoga saja grup ini akan berfungsi dengan baik dan tetap bersemangat seperti pemuda-pemuda Indonesia yang tinggal di Belanda di zaman Belanda dulu. Bukankah merekalah yang dulu melahirkan gagasan untuk merebut kemerdekaan dari negara Belanda, tempat mereka juga tinggal saat itu?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: