Oleh: akirawijayasaputra | April 27, 2009

Peringatan HIV/AIDS = Promosi Seks Bebas

hiv.jpg Setiap tanggal 1 Desember, diberbagai belahan dunia sibuk memperingati Hari AIDS sedunia, dengan berbagai acara seperti talkshow, konser musik, demonstrasi pemakaian kondom hingga pembagian kondom gratis. Di Indonesia juga tak kalah serunya. Beberapa lembaga dan para aktivis yang mengatasnamakan ’penyelamat’ HIV/AIDS juga mengadakan berbagai kegiatan serupa. Tapi tahun ini perhelatan memperingati HIV/AIDS itu terlihat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena tepat tanggal 1 Desember itu, di Bunderan Hotel Indonesia Jakarta, digelar launching Pekan Kondom Nasional (PKN) dengan menerbangkan seribu balon kondom. Tentu saja suasana itu membuat ’panas-dingin’ orang yang melihatnya. Bayangin, seribu balon kondom!

PKN ini digelar oleh tiga lembaga yaitu Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), dan DKT Indonesia. DKT Indonesia adalah organisasi nirlaba yang antara lain memproduksi kondom Sutra dan Fiesta dan merangkum pula produsen kondom lain seperti Durex dan Simpleks. DKT Indonesia inilah yang menjadi ujung tombak PKN karena mereka yang memiliki kondom.

Ironisnya, masih dalam rangkaian memberantas penyakit HIV/AIDS ini, para aktivis bahkan berencana membagi-bagikan kondom ke sekolah-sekolah. Tentu saja ini sangat KETERLALUAN!. ”Ke sekolah kami pengen, tapi mungkin tahun depan. Kami akan bicarakan dulu dengan Depdiknas,” kata Brand Manager Sutra & Fiesta DKT Indonesia, Pierre Frederick sebagaimana dikutip Republika (Ahad, 9/13).

Terus terang, saya menjadi tidak mengerti, mengapa peringatan HIV/AIDS yang dimaksudkan untuk menurunkan penderita AIDS ini, justru menyampaikan pesan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan: ”Seks Bebas”. Padahal akar permasalahan yang sebenarnya yang menyebabkan penyakit HIV/AIDS ini adalah karena perilaku seks menyimpang dan seks bebas. Saya justru melihat peringatan HIV/AIDS ini dimanfaatkan para produsen kondom untuk memperluas pasarnya. Tetapi kalau kita menggunakan analisis yang lain, peringatan HIV/AIDS adalah salah satu cara merusak moral bangsa ini dengan menciptakan generasi cabul.

Pemerintah, terutama para pejabat yang berkaitan dengan hal ini seharusnya tidak ikut terseret dengan permainan para produsen kondom, dengan mendukung acara-acara yang justru menjerumuskan negeri ini pada pergaulan seks bebas. Semua pihak juga harus mengcounter gerakan ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: